Category Uncategorized

Cara Membuat Visa Amerika

Untuk apply visa amerika ada 3 step yang perlu dilakukan. Mendaftar online, membayar biaya visa dan interview!

Step pertama, mendaftar online. Kamu perlu mengisi formulir dulu, yaitu formulir DS – 160, link nya ini : https://ceac.state.gov/genniv/
Masukkan negara tempat kamu mendaftar visa ini lalu klik “START AN APPLICATION”, kamu akan langsung mendapatkan nomor application ID di kanan atas. Catat ya karena nomor ini ga akan dikirim ke email sampe pendaftaran selesai. Jadi kalo ditengah – tengah kamu mau break dulu, kamu bisa lanjutin lagi dengan masukin nomor aplikasi ini, tapi kalo engga berarti kamu harus ulang dari awal.

Membuat Visa Amerika Sendiri

Yang harus diisi di form DS – 160 ini adalah pertanyaan mengenai data pribadi. Jadi semestinya kamu akan bisa jawab semuanya. Bahkan menurut saya yang harus diisi jauh lebih gampang daripada pertanyaan ketika apply visa UK. Oia, semua pertanyaan wajib dijawab, kalo ga kamu ga akan bisa proceed ke step selanjutnya.
Yang kamu harus siapkan ketika isi form DS – 160 ini adalah, pasport, KTP, alamat hotel kamu disana, dan soft copy pas foto. Kalo kamu ga punya contact person di amerika, kamu bisa masukin nama dan alamat hotel kamu.
Setelah selesai mengisi form, kamu bisa membuat janji temu untuk interview. Kamu perlu membuat akun lagi pada link berikut : https://cgifederal.secure.force.com/?language=Indonesian&country=Indonesia
Daftarkan e-mail kamu lalu login. Kemudian pilih new application. Setelah itu akan ada pertanyaan pilihan mengenai jenis visa yang kamu inginkan dan tempat kamu akan mengajukan visa tersebut.

Membuat Visa Amerika Sendiri

Setelah memilih jenis visa, baru akan masuk ke halaman data pribadi. Masukkan data pribadi kamu dan nomor formulir DS – 160 kamu. Nah kalo kamu apply untuk lebih dari 1 orang, kamu harus isi formulir DS – 160 untuk masing – masing orang. Tapi untuk mendaftarkan interview, kamu hanya perlu 1 kali buat akun saja. Kayak saya kemarin buat visa untuk 2 orang, saya isi 2 formulir DS – 160, tapi hanya buat 1 janji temu. Setelah isi data, pilih apakah visa kamu akan diambil atau dikirim. Karena penerima harus pemilik paspor sendiri dan saya jarang dirumah, saya pilih untuk ambil sendiri paspor saya di FEDEX kuningan.

Cara Membuat Visa Amerika

Step kedua. Pembayaran visa. Setelah mebuat akun pada link kedua, kamu akan diberikan instruksi untuk melakukan pembayaran biaya visa. Biaya pembuatan visa adalah 2.240.000 per orang dan hanya bisa dilakukan melalui setor tunai di bank CIMB Niaga. Saya melakukan pembayaran untuk 2 orang, tapi karena kami apply untuk 1 jadwal interview, maka cukup 1 kali setor aja dengan menggunakan 1 slip setoran.
Saya melakukan pembayaran melalui bank CIMB Niaga Kemang. Ketika saya sampe di cabang bank Niaga, saya langsung tanya ke satpam, kemudian satpam menjelaskan form apa yang harus saya gunakan dan apa saja yang harus saya isi, antri di teller, kemudian melakukan pembayaran. Harap perhatikan expired date dari instruksi pembayaran kalian, karena kalo sudah expired dan terlanjur melakukan transfer maka akan butuh waktu yang cukup lama untuk proses refundnya.
Setelah melakukan pembayaran, teller akan memberikan slip kuning sebagai bukti setor dan kode yang harus kamu masukkan lagi di web https://cgifederal.secure.force.com/?language=Indonesian&country=Indonesia untuk membuat janji temu. Setelah memilih tanggal dan jam interview, konfirmasi janji temu akan dikirim melalui e-mail.

Cara membuat visa amerika
Cara membuat visa amerika

Step terakhir, step ketiga adalah interview. Ketika kamu interview, kamu tidak boleh membawa benda apapun kecuali yang diminta. Jadi sebaiknya apapun yang kira – kira ga kepake, kamu tinggal aja dirumah.
Nah yang diminta dibawa pada saat interview adalah : halaman depan form DS – 160, pas foto terbaru berlatar belakang putih dengan ukuran 5X5 dicetak di lembar glossy, konfirmasi janji temu, paspor, dan bukti pembayaran.

Cara Membuat Visa Amerika

Dokumen lain yang saya bawa : KTP, KK, akta lahir, akta pernikahan, surat keterangan kerja suami, dan mutasi tabugan 3 bulan terakhir. Tas boleh dibawa masuk tapi handphone dan modem bolt harus dititip.
Karena kebagian interview jam 9, jadi jam 7 pagi saya udah berangkat dari rumah. Sengaja naik gojek karena disana ga ada tempat parkir. Kalo kalian ada supir lebih baik bawa supir daripada susah cari parkir. Atau naik ojol, taxi atau taxol.
Sampe disana jam 8, ternyata langsung boleh masuk dan masuk kedalam antrian. Antriannya lumayan lama, sekitar 1 jam untuk sampe ke screening pertama. Di screening pertama cuma diminta dokumen DS – 160 dan foto, kemudian ditanya mau ngapain ke amerika. Baru lanjut masuk ke ruangan interview. Didalam ruangan interview, harus antri dulu untuk masukin sidik jari baru pindah ke row berikutnya. Ga lama kemudian nama kita berdua dipanggil, dapet window interview paling kiri, yang interview bule cewe tapi untungnya dia ngajak ngomong pake bahasa indonesia. Pertanyaannya ga banyak,
1. Mau ngapain ke amerika : liburan
2. Sama siapa aja : sama anak dan suami, tapi suami kerja dulu jadi apply visa ga barengan karena visa suami diurus kantor.
3. Kamu kerja apa : punya sewa peralatan bayi
4. Websitenya apa : sewaperalatanbayi.com (kemudian dia ketik2 di komputernya)
5. Apa bedanya mountain buggy terrain dan baby jogger city tour : (agak kaget ga nyangka ditanyain ginian) *menjelaskan dengan agak gugup*
6. Apa bedanya medela swing maxi dan medela freestyle : *menjelaskan dengan PEDE*
7. Berapa penghasilan kamu perbulan : *sekian*
8. Ok, saya mau liat muka anak kamu (seperti biasa Olong pake baju super heroe beserta topengnya) (buka topeng dikit).
9. Boleh liat akta kelahirannya : *nyodorin*
10. Ok visa approved
Sampe detik ini masih ga ngeh kalo visa udah di approved saat itu juga. Trus malamnya langsung dapat email kalo visa sudah bisa diambil di FEDEX. Baru ngeh kalo visa udah approved.
Akhirnya besoknya langsung buru – buru ke FEDEX dan yes!! Visa approved untuk 5 tahun!

Mengaktualisasikan Diri Melalui Kegemaranku

Keynote Speaker Dan Bintang Tamu Sunlight Ibu Bersinar
Keynote Speaker, Bintang Tamu dan Influencer Sunlight Ibu Bersinar

Semenjak jadi ibu, saya baru sadar bahwa peran seorang ibu dalam kehidupan berumah tangga itu ternyata penting banget ya. Rasa-rasanya, kalau ga ada ibu, jalannya rumah tangga jadi pincang. Bukannya banggain diri sendiri sih, tapi coba deh, sesimple apa menu makanan hari ini pun pasti ibu yg mikirin. Bahkan jika punya asisten rumah tangga, tetap saja mereka harus diajarin, di training oleh siapa lagi, kalo bukan kita para ibu.

Hal- hal kayak gini nih, yang buat kita sebagai ibu, kayaknya terlarut dalam kesibukan sehari-hari. Dari mulai urusan anak, suami, sampai pekerjaan rumah tangga. Tanpa kita sadari, kegiatan selain hal diatas, semakin kita kurangi, bahkan hilang. Ya mau gimana lagi, tau-tau hari udah malam, kita harus segera tidur agar tetap bisa fresh ketika bangun besok.
Yang tadinya sempat olah raga, sekarang enggak lagi. Yang tadinya sempat melakukan hobi, sekarang boro-boro, makan pun terburu-buru. Rasanya, 24 jam dalam sehari itu kurang banget.
Sebenernya, kalau saya, bukannya ga bahagia dengan kondisi sekarang. Tapi, ada saat dimana saya suka throwback ke masa lalu. Dimana saya masih sempat untuk yoga 3x seminggu, masih sempat masak untuk bekal suami, bahkan masih sempat untuk ngumpul bareng teman – teman.
Pokoknya persis seperti kata mba Ratih, pakar psikolog di event Sunlight #ibubersinar kemarin. Kalo menjadi seorang ibu, artinya mengedepankan kepentingan orang lain, selain kepentingan dirinya sendiri. Padahal, aktualisasi diri itu penting banget. Karena dengan mencapai aktualisasi diri, kita bisa menjadi orang yang lebih berempati terhadap sesama.
Dengan menjalankan passion kita, bukan berarti kita mengabaikan tugas kita sebagai seorang ibu loh, bukan sama sekali. Karena sebenarnya, kita cukup meluangkan waktu minimal 15 menit sehari untuk menjalankan passion kita. Saya langsung membayangkan, kalau saja saya meluangkan waktu 15 menit setiap harinya untuk olah raga, dalam sebulan, pasti dampak nya terhadap tubuh saya sangat banyak. Lemak berkurang, stamina terjaga, dan yang pasti kita akan merasa lebih senang! Happy wife, happy life right?
Passion kita pun bisa jadi sama ataupun berbeda dengan bidang yang kita geluti sekarang. Siapa sangka, chef Ririn Marinka dulunya kuliah dibidang arsitektur. Atau Ria Miranda, sebelum menjadi designer baju muslim kondang, justru kuliah dibidang ekonomi. Passion, bisa sejalan dengan masa lalu kita, bisa juga berbalik arah. Bisa sejalan dengan masa sekarang, atau bahkan kembali ke masa lalu. Seperti Fifi Alvianto, yang justru ingin kembali ke passion nya yang dulu, yaitu fotografi. Balik lagi, aktualisasi diri. Explorasi diri. Untuk mencari apa passion kita, dan menjalankannya secara konsisten setiap harinya.
Kita ga akan pernah tau, bagaimana hanya dengan menyisihkan sedikit waktu dapat membawa banyak perubahan positif dalam kehidupan kita dan keluarga. Jadi, ga ada salahnya untuk mencoba kan!

Mengurus Visa Inggris Sendiri

Tahun ini, kami akan berlibur ke Inggris dan Irlandia. Dan seperti biasa, kami akan jalan sendiri, tanpa travel agent. Dan juga mengurus semua keperluan sendiri, termasuk mengurus visa.

Visa pertama yang saya urus adalah visa Inggris dulu. Saya sengaja urus dari jauh – jauh hari karena mengurus 2 visa pasti makan waktu.
Karena akan berangkat di bulan agustus, maka saya mulai apply di bulan mei. Untuk visa Inggris, karena menggunakan jasa VFS, maka sama mudahnya seperti ketika mengurus visa Australia yang pernah saya ceritakan di 6 Persyaratan Yang Harus Disiapkan Ketika Mengurus Visa Australia. Bahkan jauh lebih mudah alurnya karena pengisian data, membuat janji temu dan pembayaran, semua dilakukan melalui web. Kita datang hanya untuk submit dokumen dan foto.
Untuk apply visa inggris, yang pertama kita lakukan adalah mengisi data kita disini. Siapkan paspor, karena kita harus mengisi data perjalanan kita selama 10 tahun terakhir disini.
Setelah mengisi data, kita boleh memilih jangka waktu visa yang kita inginkan. Saya pilih 6 bulan yang paling singkat, tapi setelahnya agak menyesal juga sih, siapa tau ada rejeki lagi bisa beli tiket ke UK kan ga perlu apply visa lagi.
Kemudian kita bisa memilih jenis layanan yang kita inginkan, layanan standard, 15 hari kerja sebesar 120USD atau layanan prioritas, 5 hari kerja sebesar 368USD. Karena buat visa dari jauh hari maka saya pilih yang standard saja.
Setelah itu kita langsung diharuskan untuk membuat janji temu, dan kemudian melakukan pembayaran. Cara pembayaran yang diterima hanya pembayaran dengan kartu kredit dan paypal. Setelah melakukan pembayaran, data kita sudah tidak bisa diganti lagi, jadi sebelumnya, pastikan semua data sudah terisi dengan benar.
Pada saat janji temu, datanglah tepat waktu, kebetulan waktu itu saya datang lebih cepat, tapi saya baru boleh masuk 15 menit sebelum waktu yang ditentukan. Pada saat submit dokumen, saya hanya menyiapkan 1 rangkap saja untuk kami sekeluarga, ternyata, kami diminta untuk membuat 3 rangkap. Untungnya didalam VFS ada jasa fotokopi.
Dokumen apa saja sih yang saya submit, nih berikut list nya, sesuai dengan checklist yang diberikan pada saat saya apply melalui web :
  • Paspor terbaru, paspor lama tidak diminta, bahkan fotokopinya pun tidak.
  • Tiket pesawat, boleh reservasi, tapi karena beli tiket di GATF jadi tiket saya sudah issued.
  • Surat keterangan kerja suami dan slip gaji 3 bulan terakhir. Ini diminta salah satu aja, tapi saya siapkan keduanya.
  • Mutasi bank 3 bulan terakhir.
  • Reservasi hotel.
  • KTP yang sudah di terjemahkan sebagai dokumen yang menunjukkan tempat tinggal di jakarta
  • Akte perkawinan untuk saya dan suami, akte lahir untuk Olong. Yang ini ga diterjemahkan karena sudah 2 bahasa.
Untuk penerjemah saya menggunakan Tiara Penerjemah, cari dari googling sih, tapi ternyata servisnya oke loh, dan lokasinya dekat dari rumah. Saya mengirim semua dokumen dalam bentuk softcopy melalui email tiarapenerjemah@gmail.com kemudian besoknya saya dikirimkan  email balasan berisi softcopy dari dokumen terjemahan. Dan hardcopynya dikirimkan menggunakan gojek. Biayanya Rp 50.000 per dokumen yang di terjemahkan.
Setelah submit dokumen, kita akan dipanggil masuk kedalam satu ruangan untuk foto. Keseluruhan proses hanya memakan waktu setengah jam saja, dan 2 minggu kemudian saya pun di email, visa saya sudah jadi. Yeay!
Waktu pengambilan visa dimulai dari jam 3 – 5 sore. Saya datang jam 4.30 dengan harapan sudah sepi. Tapi ternyata, proses pengambilan visa membutuhkan waktu 3 jam! Kok bisa sih?!? Ternyata menurut petugasnya, saat itu memang lagi musim liburan, jadi permintaan meningkat, dan lagi loket untuk mengambil visanya hanya 1. Yasudahlah, yang penting 1 urusan beres, tinggal mengurus satu visa lagi!

Liburan berdua balita? What’s inside my bag?

Karena sudah beberapa kali pergi liburan sama Olong, gw sudah punya list barang – barang apa saja yang mau gw bawa, dengan list ini gw jadi ga perlu packing dari jauh – jauh hari. Pada dasar nya gw termasuk orang yang menganut asas travel light. Cuma setelah punya anak, mau ga mau list gw pasti nambah. Tapi karena kali ini gw hanya pergi berdua, yang artinya, semua barang – barang akan gw sendiri yang bawa, mau ga mau I have to narrow down the list.

Barang – barang gw bagi menjadi 2 kategori, barang yang masuk ke koper dan barang yang dibawa kekabin. Barang yang masuk bagasi adalah barang – barang yang tidak akan gw pakai sampai dengan check in dikamar hotel, sebab bongkar – bongkar koper itu rempyonggg… Dan barang yang akan dibawa kekabin adalah barang – barang  berharga dan barang – barang  yang hanya akan dibutuhkan selama perjalanan.

Bagasi

  • Baju (baju pergi, baju tidur, baju dalam). Gw lebih suka bawa baju sedikit, dan mencucinya disana. Dengan begini bawaan gw akan jauh – jauh lebih sedikit karena baju itu makan tempat banget. Gw biasanya pilih akomodasi yang menyediakan mesin cuci, tapi kalo gak pun, biasanya gw cuci tangan aja. Dengan begini gw pun pulang tanpa membawa tumpukan baju kotor.
  • Handuk
  • Mooncup
  • Toilettries (shampo, sabun, sabun cuci muka, sikat gigi, odol, deodoran, toner, kapas, sunblock, obat jerawat, obat malam)
  • Sendal jepit
  • Make up kit
  • Botol minum
  • Charger
  • Sunglasses
  • Buku dan mainan Olong. Mainan yang gw bawa adalah mix antara mainan favorit Olong yang sudah ada, dan mainan baru, yaitu buku stiker, busy bag, hotwheels, flash card. Gw ga membawa mainan yang bersifat ngotorin seperti pensil warna (gw khawatir dia malahan coret – coret tembok pesawat), playdoough, atau boneka krn makan tempat.
  • Cemilan dan susu UHT. Bisa sih beli disana, tapiii… udah pasti lbh mahal, jadi mendingan siap sedia dari jakarta aja.

Cabin Bag

  • Token Klik BCA
  • Identitas + uang
  • Gendongan
  • Obat + termometer. Obat yang gw bawa adalah paracetamol dan mykostatin, karena Olong ada riwayat diare.
  • baju ganti
  • Kamera

List diatas adalah bawaan untuk berangkat, karena naik pesawat malam jadi cemilan dan mainan Olong gw simpan di bagasi. Nanti pulangnya kita akan naik pesawat pagi, jadi gendongan akan gw simpan di bagasi, sedangkan buku, mainan dan cemilan dituker masuk kedalam cabin bag.

H-2, can’t wait can’t wait!!

Giveaway dari kidneybean.blogspot

Baru postingan ke 2 udah postingan ikutan giveaway (blogger macam apa saya ini) (#sokblogger) hahaha.. maafkan ya, tapi saya ini hanya manusia biasa yang cinta akan gratisan. Dan lagi, yang mengadakan giveaway ini merupakan salah satu teman terdekat saya, mbak Sandra Buanasari A.K.A Sandra Nova A.K.A mamih. Dan salah satu persyaratan ikutan giveawaynya adalah membuat postingan di blog. Itung- itung latihan menulis yah. So here it is..

 

Mamih minta peserta giveaway membuat tulisan tentang postingan favorit di blog mamih: mykidneybean.blogspot.com , map ya mih ketauan deh jarang intip blog nya, jadi last minute sistem SKS baca sekilas blog mamih. Langsung mulai dari awal, dan *glegh* langsung tercekat tenggorokan saya baca postingan tentang kehamilan mamih.. Saya inget banget cerita mamih tentang perjuangannya untuk bisa hamil. Hikss, siang – siang mellow. Dan fix lah postingan ini menjadi postingan favorit saya yang pertama.

 

Scroll – scroll lagi, nemu postingan yang judulnya “gue banget” : Bukan ibu DIY yang berharap jadi ibu DIY okeh titik, ini adalah postingan favorit saya yang kedua. Kenapa? Karena langsung teringat pada diri sendiri. Yang minim kreatifitas untuk bikin mainan ini itu buat Kimchi, dan ujung – ujungnya lari ke ELC 😀 Berapa puluh account instagram yang akhirnya saya unfollow karena akhirnnya merasa gak sanggup untuk diikutin coba hahaha..

Selesai pilih – pilih postingan favorit, sekarang saatnya pilih – pilih hadiahnya.. yayy.. Nah ini sulit juga, soalnya semuanya kayaknya saya pengen 😀 tapi gak boleh maruk, cuma boleh pilih 1 kata mamih. Dan dari awal emang udah ngincer bukunya, karena Kimchi saat ini lagi suka banget baca buku. Jadi saya pilih hadiahnya buku yah mih!

 

Oke tulisan ke 2 done, tinggal duduk manis nunggu pengumuman pemenang *crossing finger*