Category Travel

Mengurus Visa Inggris Sendiri

Tahun ini, kami akan berlibur ke Inggris dan Irlandia. Dan seperti biasa, kami akan jalan sendiri, tanpa travel agent. Dan juga mengurus semua keperluan sendiri, termasuk mengurus visa.

Visa pertama yang saya urus adalah visa Inggris dulu. Saya sengaja urus dari jauh – jauh hari karena mengurus 2 visa pasti makan waktu.
Karena akan berangkat di bulan agustus, maka saya mulai apply di bulan mei. Untuk visa Inggris, karena menggunakan jasa VFS, maka sama mudahnya seperti ketika mengurus visa Australia yang pernah saya ceritakan di 6 Persyaratan Yang Harus Disiapkan Ketika Mengurus Visa Australia. Bahkan jauh lebih mudah alurnya karena pengisian data, membuat janji temu dan pembayaran, semua dilakukan melalui web. Kita datang hanya untuk submit dokumen dan foto.
Untuk apply visa inggris, yang pertama kita lakukan adalah mengisi data kita disini. Siapkan paspor, karena kita harus mengisi data perjalanan kita selama 10 tahun terakhir disini.
Setelah mengisi data, kita boleh memilih jangka waktu visa yang kita inginkan. Saya pilih 6 bulan yang paling singkat, tapi setelahnya agak menyesal juga sih, siapa tau ada rejeki lagi bisa beli tiket ke UK kan ga perlu apply visa lagi.
Kemudian kita bisa memilih jenis layanan yang kita inginkan, layanan standard, 15 hari kerja sebesar 120USD atau layanan prioritas, 5 hari kerja sebesar 368USD. Karena buat visa dari jauh hari maka saya pilih yang standard saja.
Setelah itu kita langsung diharuskan untuk membuat janji temu, dan kemudian melakukan pembayaran. Cara pembayaran yang diterima hanya pembayaran dengan kartu kredit dan paypal. Setelah melakukan pembayaran, data kita sudah tidak bisa diganti lagi, jadi sebelumnya, pastikan semua data sudah terisi dengan benar.
Pada saat janji temu, datanglah tepat waktu, kebetulan waktu itu saya datang lebih cepat, tapi saya baru boleh masuk 15 menit sebelum waktu yang ditentukan. Pada saat submit dokumen, saya hanya menyiapkan 1 rangkap saja untuk kami sekeluarga, ternyata, kami diminta untuk membuat 3 rangkap. Untungnya didalam VFS ada jasa fotokopi.
Dokumen apa saja sih yang saya submit, nih berikut list nya, sesuai dengan checklist yang diberikan pada saat saya apply melalui web :
  • Paspor terbaru, paspor lama tidak diminta, bahkan fotokopinya pun tidak.
  • Tiket pesawat, boleh reservasi, tapi karena beli tiket di GATF jadi tiket saya sudah issued.
  • Surat keterangan kerja suami dan slip gaji 3 bulan terakhir. Ini diminta salah satu aja, tapi saya siapkan keduanya.
  • Mutasi bank 3 bulan terakhir.
  • Reservasi hotel.
  • KTP yang sudah di terjemahkan sebagai dokumen yang menunjukkan tempat tinggal di jakarta
  • Akte perkawinan untuk saya dan suami, akte lahir untuk Olong. Yang ini ga diterjemahkan karena sudah 2 bahasa.
Untuk penerjemah saya menggunakan Tiara Penerjemah, cari dari googling sih, tapi ternyata servisnya oke loh, dan lokasinya dekat dari rumah. Saya mengirim semua dokumen dalam bentuk softcopy melalui email tiarapenerjemah@gmail.com kemudian besoknya saya dikirimkan  email balasan berisi softcopy dari dokumen terjemahan. Dan hardcopynya dikirimkan menggunakan gojek. Biayanya Rp 50.000 per dokumen yang di terjemahkan.
Setelah submit dokumen, kita akan dipanggil masuk kedalam satu ruangan untuk foto. Keseluruhan proses hanya memakan waktu setengah jam saja, dan 2 minggu kemudian saya pun di email, visa saya sudah jadi. Yeay!
Waktu pengambilan visa dimulai dari jam 3 – 5 sore. Saya datang jam 4.30 dengan harapan sudah sepi. Tapi ternyata, proses pengambilan visa membutuhkan waktu 3 jam! Kok bisa sih?!? Ternyata menurut petugasnya, saat itu memang lagi musim liburan, jadi permintaan meningkat, dan lagi loket untuk mengambil visanya hanya 1. Yasudahlah, yang penting 1 urusan beres, tinggal mengurus satu visa lagi!

Mengajak Anak Balita Menginap di Hostel

Waktu liburan ke sydney kemarin, gw memutuskan untuk menginap di hostel. Karena pesawat lanjutan kita ke melbourne itu jam 7 pagi, means jam 5 pagi paling lambat kita harus sudah berangkat ke airport. Setelah cek dan ricek, penginapan yang paling dekat dengan train station, semuanya berjenis hostel.

Gw juga memutuskan untuk naik kereta ke airport karena ga mau mengandalkan taksi, padahal sebenernya biaya naik uber dari hostel ke airport sydney masih terjangkau, karena airport sydney letaknya gak jauh – jauh amat dari pusat kota. Cuma pengalaman gw waktu di budapest, kita sudah pesan taksi dari jauh hari untuk ke airport, dan ternyata taksi nya ga dateng aja dong!! Dan waktu itu jam 5 pagi juga, mau stop taksi dijalan juga ga mungkin. Untunglah pada saat itu gw tinggal di rumah kerabat, jadinya temen gw lah yang berjasa akhirnya memesankan taksi buat kita. Gw pun juga ga mungkin pesen uber karena ga semua uber punya carseat, sedangkan peraturan di australia, Olong wajib duduk di carseat.

Setelah baca – baca review, pilihan gw jatuh pada 790 on george street hostel, yang ternyata memang letaknya persis sis disebelah central station. Jadi gw ga perlu jalan terlalu jauh ke central stationnya, cuma sekitar 5 menit, itupun karena harus agak muter berhubung harus naik lewat lift.

Oia, enaknya juga kalo tinggal di hostel, pasti selalu dikelilingi tempat – tempat makan yang enak dan murmer, toko – toko dan minimarket. Ada ga enaknya juga, karena surrounding nya rame, jadi kalo malam suka agak berisik, tapi beda sih sama di sydney, yang jam 7 malem juga toko – toko udah pada tutup. Been living in jakarta for 32 years, agak kaget juga, pusat kotanya sydney tapi sepi bangett.. padahal summer. Sedangkan di jakarta, jam 11 malam aja masih macet 😀

Nah image hostel memang backpacker banget kan, tapi menurut gw hostel cukup nyaman untuk ditinggalin kok. Dan lokasi nya juga biasanya dipusat kota, jadi kemana – mana dekat. Apalagi kalo pilih kamar private kayak yang gw pesan kemarin, sebenernya serasa tinggal di hotel, malahan dapet fasilitas dapur dan laundry (berbayar tentunya).

Ada sedikit tips buat yang mau coba menginap di hostel :

  1. Karena pergi bawa anak, jadi kudu banget baca review. Gw biasanya baca review dari tempat gw pesen hostel (hostelbooker.com , hostelworld.com, dan lain lain), dan juga di tripadvisor.
  2. Kamar hostel terbagi menjadi 3 jenis. Unisex dorm, female / male dorm, dan private room. Jadi jangan sampai salah klik ya, pilih jenis kamar sesuai dengan kenyamanan kita.
  3. Cek apakah ada age restriction nya. Ga semua hostel terima anak kecil. Bahkan di 790 on george ada maksimal usia juga. Untuk anak dibawah 18 tahun biasanya tidak dikenakan biaya tapi harus memesan kamar private.
  4. Cek fasilitasnya. Apakah ada wifi, AC, lift, dapur, laundry, terutama masalah kamar mandi, karena bahkan kamar private pun ga semuanya punya kamar mandi, seperti kamar gw, private tapi kamar mandi tetap sharing.
  5. Cek lokasi nya, biasanya didekat hostel pasti ada club atau pub dan sebangsanya. Kalo ga mau keberisikan dimalam hari, pilih hostel yang jauh dari hingar bingar dunia malam.
  6. Jangan lupa, kalo hostel bayarnya per orang. Kalo lagi sama nyanyang, gw jarang pake hostel, karena biaya per orang di hostel kalo dikali 2 biasanya setara harga kamar air bnb.
Olong sarapan di dapur hostel
Olong sarapan di dapur hostel
dapur hostel
dapur hostel
semua wajib cuci peralatan makan setelah memakai
semua wajib cuci peralatan makan setelah memakai
kulkas hostel yang bisa digunakan untuk menyimpan makanan, semua makanan harus diberi label nama
kulkas hostel yang bisa digunakan untuk menyimpan makanan, semua makanan harus diberi label nama
penampakan kamar kita
penampakan kamar kita, kecil dan basic tapi nyaman
untuk masuk ke kamar mandi wanita memerlukan kunci akses kamar
untuk masuk ke kamar mandi wanita memerlukan kunci akses kamar
penampakan toilet nya
penampakan toilet nya
kamar mandi nya
kamar mandi nya
kamar mandi wanita (sharing)
kamar mandi wanita (sharing)
laundry room
laundry room

Dan terakhir, kenapa akhirnya gw memutuskan untuk menginap di hostel daripada air bnb adalah untuk menambah pengalaman buat Olong. Di hostel, kita berkesempatan untuk ketemu sama orang – orang dari seluruh penjuru dunia. Kalo keseharian Olong hanya ketemu orang indonesia aja, di hostel Olong bisa ketemu orang dari eropa, afrika, mainland china, malaysia, dengan bahasa mereka masing – masing. Olong sangat exciting melihat orang dari macam – macam negara, dan selalu bertanya, itu orang apa, bicara bahasa apa. Semakin banyak kita bertemu orang, terutama orang yang berbeda kultur dengan kita, semakin terbuka wawasan kita dan semakin memahami cara untuk menghargai perbedaan.

Liburan berdua anak balita? Berikut hal – hal yang harus dipersiapkan

Dari dulu sebelum punya anak, gw selalu yakin, kalo kehadiran anak ga akan menghalangi gw untuk bertualang. Tapi, memang setelah punya anak, gw jadi lebih prepare, karena biar bagaimanapun kenyamanan anak adalah nomor 1. Kalo anak gak nyaman, dijamin buyarr sudah liburan kita. Maka itu kunci utama liburan sukses bersama anak adalah persiapan matang! Dan berhubung kali ini gw hanya akan pergi berdua aja sama Olong, maka persiapan gw dobel, pertama persiapan liburan bersama anak, which is sudah sering gw lakukan, dan persiapan solo travelling, karena hanya gw yang akan berperan diliburan kali ini, gw yang nentuin tujuan, gw yang nentuin tempat menginap, semua – muanya tergantung gw, Olong hanya ngikut aja. Solo travelling juga bukan hal yang baru buat gw, jadi yang gw perlu lakukan hanya meng – combine keduanya. Untuk persiapan liburan bersama anak tentunya ga jauh – jauh dari babygear yang tujuannya untuk mempermudah kita dan membuat nyaman anak, nah ini adalah beberapa babygear yg gw bawa. Sesedikit mungkin lebih baik karena nantinya semua ini akan gw sendiri yang bawa.

  • Karena penerbangan cukup lama, kurang lebih 7 jam, maka gw memutuskan untuk memilih flight malam, supaya Olong tidur. Karena kalo Olong ga tidur, gw juga ga akan tidur, padahal kita sampe di sydney kan pagi, dan agendanya akan langsung jalan2. Nah supaya Olong bisa tidur nyenyak dipesawat, gw membawa jetkids bed box. Jetkids ini adalah koper yang bisa dialih fungsikan sebagai tempat tidur. Selain itu, perlengkapan Olong yang akan diperlukan selama dipesawat juga bisa dimasukan kesini, sehingga gw ga perlu bawa cabin bag lagi. Koper ini pun bisa dijadikan ride on, sehingga stroller akan langsung gw check-in kan saja supaya handcarry gw ga kebanyakan. Hanya tas gw dan jetkids.
    jetkids sebagai bedbox
    jet kids bisa ditarik
    bisa juga digunakan sebagai ride on
    dalamnya bisa diisi barang

     

  • Hal kedua yang gw bawa adalah stroller. Sebenernya Olong bukan anak stroller banget, tapi hanya untuk jaga – jaga kalo aja Olong cape atau ketiduran. Dari sekian banyak stroller yang gw punya, gw memilih untuk membawa stroller combi f2. Karena enteng (hanya 3 kilo-an) dan gampang dibuka tutup, kan gw disana akan naik kendaraan umum, jadi gw perlu banget fitur ini. Gw punya babyzen yoyo dan pockit yang tersohor banget sebagai travelling stroller, karena dimensi fold nya yang kecil, bahkan bisa masuk kabin pesawat, tapi kali ini gw belum butuh fitur tersebut, dan based on experienced, buat gw, ketika pergi berdua Olong, stroller inilah yang paling mumpuni.

combi f2

    combi f2

 

combi f2 ketika dilipat

 

  • Lalu gw juga akan membawa gendongan. Gw ga berharap akan gendong – gendong Olong nanti, oh no, Olong udah berat banget. Tapi gw akan butuh gendongan ketika di airport. Karena stroller akan masuk check-in items, kalo seandainya Olong ketiduran di airport, gw ga mungkin gendong tangan karena gw butuh tangan gw tetap free, makanya gw akan butuh gendongan, ngebayang dong rempongnya di airport dengan berkali – kali pemeriksaan, imigrasi dan lainnya. Ngomong – ngomong soal gendongan, gendongan itu ternyata ada banyak jenisnya. Mulai dari gendongan bayi baru lahir sampai dengan gendongan untuk anak berat 20KG. Memang ada yang meng – claim bahwa gendongan tersebut bisa dipakai dari lahir sampai 20KG, tapi dari segi kenyamanan, berdasarkna pengalaman, setiap gendongan beda – beda klasifikasi umurnya. Untuk Olong yang udah 3,5 tahun dengan BB 14 KG, gw paling nyaman pake tula toddler, sesuai dengan namanya, gendongan ini khusus dibuat untuk toddler. Walopun tetep aja berat, tapi, memang nyaman banget buat yang gendong., dan yang paling penting masih bisa menopang badan Olong.
    tula toddler
    tula toddler

     

  • Nah setelah membahas babygear, gw lanjut ke persiapan solo travelling. Pertama yang perlu kita siapkan adalah print out dokumen. Selain paspor, visa dan dokumen perjalanan, buatlah itinerary dan kalo akan menggunakan kendaraan umum kayak gw nanti, catatlah semua rute perjalanan kita, sehingga sesampainya disana kita tinggal mengikuti rute yang sudah kita siapkan. Memang nyasar itu adalah bagian dari travelling, tapi nyasar dan cari – cari rute itu sangat buang waktu sedangkan jadwal gw di sydney cukup padat merayap sehingga I can’t afford to getting lost. Kemudian, print out semuanya, yess.. semuanya. Punya e-doc saja ga cukup, terutama untuk peta dan rute, just in case kita ga ada koneksi internet, atau baterai HP abis, kita punya hardcopy semua dokumen ketika melakukan check-in atau ketika kita nyasar nantinya. Gw juga bikin budget untuk mengira – ngira banyaknya uang cash yang harus gw bawa perharinya, sehingga gw ga perlu membawa semua uang cash gw kemana – mana. Sisa uang cash dan dokumen biasanya gw tinggal di safedeposit hotel, sehingga yg gw bawa hanya uang secukupnya dan fotokopi paspor.
    itinerary dan budget
    itinerary dan budget
    google maps rute
    google maps rute

     

  • Setelah itu gw  juga membeli travel insurance. Walaupun ini bukan persyaratan dalam membuat visa australi, tapi pengalaman gw waktu trip ke nepal, Olong sakit diare, dan pesawat balik kita mendadak di reschedule, untung cuma selang sehari aja. Saat itu gw coba cari alternatif untuk pulang, karena Olong sudah diare beberapa hari dan uang cash semua sudah kita pake, cuma sisa uang cadangan 50USD, tapi ga ada direct flight ke jakarta, gw harus overnight di singapur atau KL, plus harga tiketnya yang super duper mahal. Semenjak itu gw selalu mempersiapkan travel insurance ketika liburan. Kita ga akan tau apa yang terjadi ketika liburan kan, and sometimes shit happens. Sebagai orang tua, gw selalu siap apapun kondisi Olong, sakit ataupun sehat, nah coba dibalik, kalo yang kenapa – kenapanya itu gw, Olong bisa apa. Travel insurance memang ga murah, apalagi yang namanya asuransi itu kan uang ga kembali, tapi asuransi itu memang ga bisa dilihat dari nilai, melainkan dari manfaat.
  • Nah ini poin yang paling penting ketika kita melakukan solo travelling, mencatat semua itinerary, nama hotel tempat kita menginap, nomor telpon hotel, nomor telepon teman kita yang mungkin akan ketemuan dengan kita disana, semuanya sedetil mungkin. Lalu kemudian berikan kepada orang rumah, dalam hal ini gw kasih ke nyanyang. Sehingga nyanyang selalu tahu keberadaan gw dan Olong, dan tau harus kemana menghubungi gw seandainya handphone gw ga aktif.
  • Yang terakhir, sebenernya ini bagian dari persiapan travelling bersama anak, tapi gw bahas paling belakangan karena bagian ini paling sering terlewatkan. Setiap kali mau bepergian, gw selalu sounding Olong, bahwa kita mau liburan, siapa saja yang ikut, kita akan kemana saja, dan ngapain aja. Terutama karena kali ini hanya akan ada gw dan Olong. Selain ngobrol – ngrobrol, gw juga membacakan Olong beberapa buku – buku mengenai bandara, hotel dan australia, supaya Olong sedikit banyak ada gambaran mengenai liburan ini. Dan karena Olong belum sekolah, selalu berbahasa indonesia kalau dirumah, gw pun mengajarkan Olong basic conversation dalam bahasa inggris, sehingga kalau sampe Olong terpisah dari gw, Olong tau bagaimana caranya meminta tolong pada orang lain
traveling berdua anak
buku airport anak

 

buku penduduk dunia
buku penduduk dunia
buku bandara anak
buku bandara anak
buku hewan - hewan australi
buku hewan – hewan australi
buku tentang hotel
buku tentang hotel

Itu aja sih poin – poin terpenting yang perlu disiapkan ketika liburan berdua doang sama anak. Sisa seminggu lagi dari keberangkatan gw, jadi berikutnya adalah, packing time!!

 

Cara membuat SIM internasional

Karena nanti di melbourne gw akan sewa mobil, maka gw akan menjelaskan cara membuat SIM internasional. Di beberapa web dijelaskan, kalo SIM indonesia diterima di australi, tapi gw memutuskan untuk buat aja, siapa tau butuh untuk trip berikutnya.

Tempat membuat SIM internasional letaknya di kompleks korlantas POLRI, di jalan MT Haryono, pancoran. Tepatnya diantara menara hijau dan gedung KAO. Buka mulai jam 8.30 sampai jam 3 sore, dan ada jeda istirahat jam 12 – jam 1. Biaya pembuatan SIM internasional adalah sebesar 250 ribu, harus dibayarkan secara tunai, tapi kalo lupa ambil uang, ada ATM BCA dan Mandiri di kompleks KORLANTAS POLRI. Oia, persyaratan SIM internasional sendiri adalah sebagai berikut :

  • Asli & Fotokopi KTP
  • Asli & Fotokopi SIM
  • Asli & Fotokopi Paspor
  • 3 lembar pas foto berlatar belakang biru (pria menggunakan pakaian jas dan wanita menggunakan blazer)
  • 1 lembar materai 6000

Tapi sih kenyataannya disana gw cuma diminta fotokopinya semua.

Ketika datang, gw sudah bawa semua persyaratan, kecuali materai yang gw bingung beli dimana. Nah pas kita masuk dan diperiksa oleh bapak polisi penjaga, beliau tanya apa persyaratan gw sudah lengkap, gw bilang kurang materai, lalu beliau nunjukkin gw satu warung yang menjual materai. Lalu setelah gw parkir, gw pun mendatangi warung itu. Dan ternyata selain materai, disini juga bisa fotokopi dan bahkan menyediakan jasa pasfoto! Warbiasakk memang ya orang indonesia.. Pintar mencari kesempatan dan mengais rejeki.

Warung Uwa Tea
Warung Uwa Tea
ATM BCA Korlantas POLRI
ATM BCA Korlantas POLRI

Setelah beli materai, gw liat masih jam 12.30, akhirnya gw memutuskan makan dulu di warung itu. Gw pesen nasi bebek yang ternyata endolll! Dan gw pesenin pecel lele buat Olong. Hahaha aslik, gw masih kepikiran sama nasi bebek itu, ya tapi masa gw harus balik kesitu lagi, ntar dipintu masuk bilang sama polisi penjaganya apa, masa kesini cuma buat makan nasi bebek 😀

Setelah makan gw pun langsung menuju gedung pembuatan SIM internasional yang ada nya disebelah gedung NTMC POLRI. Lalu gw ambil nomor di queing matic machine, dan langsung masuk kedalam ruangan. Sebelum gw hanya ada 2 nomor antrian. Prosesnya pun cepat, hanya sekitar 5 menit gw dipanggil, lalu diminta semua persyaratan, lalu diminta membayar kekasir. Setelah itu gw dipanggil untuk foto dan sidik jari, meskipun foto yang dipake di SIM internasional gw adalah pasfoto yang gw bawa.

NTMC POLRI
NTMC POLRI
Gedung Pelayanan SIM Internasional
Gedung Pelayanan SIM Internasional
Tempat Pembuatan SIM Internasional
Tempat Pembuatan SIM Internasional dan Queing Machine
Ruang Tunggu Pembuatan SIM Internasional
Ruang Tunggu Pembuatan SIM Internasional

Taraaaa… in within 15 minutes jadilah SIM internasional gw! So warnambool here we come!!

Mempersiapkan dana liburan dalam waktu singkat

Tulisan ini adalah merupakan lanjutan dari cerita persiapan trip australia gw. Kemarin gw sudah cerita tentang persiapan mental dan persiapan dokumen sebelum berangkat ke australia disini https://tacanglala.com/2016/10/11/6-persyaratan-yang-harus-disiapkan-ketika-mengurus-visa-australia/ Sekarang gw akan cerita tentang persiapan dana liburan gw kali ini. Karena trip kali ini sebenernya ga ada di plan gw tahun ini, artinya gw belum punya budget untuk trip ini. Tapi juga sebenernya ga dadakan amat, karena trip ini tercetus di bulan mei sedangkan keberangkatan masih bulan desember, jadi gw punya waktu 7 bulan untuk “mencicil”. Berikut skema cicilan gw dari bulan pertama :

  1. Karena tujuan utama kita ke melbourne adalah untuk nonton konser coldplay, jadi dibulan pertama budget gw alokasi kan untuk beli tiket konser coldplay melbourne desember 2016.
  2. Setelah tiket, yang gw beli berikutnya adalah tiket. Sebenernya tiket tidak diperlukan dalam pengurusan visa, tapi gw pilih beli tiket dari jauh hari supaya bisa dapet harga yang lebih murah. Dan karena ini cicilan, jadi bulan ini gw beli tiket perginya dulu. Ada beberapa cara untuk dapet tiket murah, pertama datang ke travel fair, yang ini gw ga bisa lakukan, karena travel fair rata – rata adanya diakhir tahun. Kedua promo website, sebenernya dibulan juni sempet ada airasia big sale, tapi sayang untuk travel date tahun depan. Ketiga, rajin -rajin cek harga. Gw pun bukan rajin lagi, setiap hari gw cek skyscanner, maupun web resmi masing – masing maskapai. Sampai akhirnya gw berhasil dapet tiket jakarta – sydney (direct) menggunakan full serviced airlines tapi seharga budget airlines 😀
  3. Bulan ketiga gw beli tiket pulang. Membeli tiket PP memang biasanya lebih murah daripada ngeteng kayak gw ini, tapi beberapa kali gw cek, bedanya gak terlalu jauh. Lagipula, kita bisa mengakali selisih harga dengan mencari promo di maskapai lain. Contohnya gw pergi menggunakan garuda, tapi ternyata tiket pulang garuda mahal, jadi gw ambil dari maskapai lain yang jauh lebih murah.
  4. Kemudian yang harus gw persiapkan adalah kebutuhan gw selama disana. Semua yang bisa gw bayar in advance, akan gw bayar dulu. Selain mengurangi jumlah cash yang harus gw bayar, gw juga menghindari penggunaan kartu kredit selama disana, karena kurs kartu kredit jauh lebih mahal daripada kurs money changer. Kebutuhan yang bisa gw bayar dulu adalah akomodasi, transportasi, karena gw akan mengunjungi sepupu gw di warnambool, dan gw memutuskan untuk menyewa mobil, dengan alasan yang sama seperti ketika gw menyewa mobil di trip turki dan yunani gw, selisih harga yang sedikit dan fleksibilitas waktu. Oia, tiket – tiket tempat wisata juga biasanya gw beli in advance supaya sampe sana gw ga perlu antri lagi.
  5. Gw memutuskan untuk mengunjungi sydney juga selain melbourne, karena jaraknya yang dekat. Kayaknya sayang udah jauh – jauh tapi hanya ke melbourne. Sebenernya gw bisa juga ke gold coast sebagai kota ketiga, tapi sebelum ke melbourne gw akan ke warnambool dulu, jadi goldcoast pun gw skip karena waktunya ga cukup. Tiket PP udah gw kantongi, sekarang giliran gw untuk beli tiket sydney – melbourne nya. Selain itu dibulan ini pun gw mulai mengurus visa. Gw sengaja mengurus diawal (3 bulan sebelum keberangkatan), karena status gw sebagai ibu rumah tangga, jadi kalo ada kekurangan dokumen dalam pengurusan visa, bisa gw lengkapi secepatnya.
  6. 2 bulan terakhir gw fokus menabung untuk biaya hidup gw disana. Gw berpacu pada expatistan.com untuk biaya hidup gw selama disana. Biasanya kalo pergi sama nyanyang, kita suka mix antara masak sendiri dan makan diluar, tapi karena kali ini pergi cuma berdua doang sama Olong, asumsi gw, kita akan makan diluar terus supaya hemat waktu. Selain itu gw juga butuh cash untuk transportasi dalam kota. Kalo untuk belanja / shopping, biasanya gw pake kartu kredit, karena gw ga punya budget khusus, kalo kebetulan aja ketemu barang yang gw butuh atau pengen. Kayak pas gw ke yunani, ternyata lagi summer sale, jadilah gw borong baju – baju dan sepatu buat Olong. Sampe sekarang setahun setelahnya, gw ga beli – beli lagi baju dan sepatu buat Olong karena gw stok sampe beberapa size keatas.

 

Ini tips dari gw untuk mempersiapkan dana liburan yang singkat, next gw akan tulis mengenai peralatan tempur yang akan gw bawa selama trip. See you!

6 Persyaratan Yang Harus Disiapkan Ketika Mengurus Visa Australia

Sebenernya, udah lama banget gw pengen travelling berdua Olong. Tapi belum kesampaian, sampe sekarang Olong udah 3 tahun. Nah, bulan mei kemarin, gw dan 3 temen gw sempet trip kebandung, dan sambil ngalor ngidul ngasal, salah satu temen gw nyebut kalo kita harus ngulang trip ini lagi tapi sambil nonton konser coldplay. Gw juga ga ngerti sih nyambungnya ke coldplay gimana 😀 Cuma entah gimana kita semua iyain, dan langsung cek, dimana konser terdekat mereka, karena kan kebetulan coldplay lagi world tour album terbaru mereka, yang katanya album terakhir mereka ;( Ternyata konser terdekat mereka di australia, karena kali ini mereka gak mampir ke asia sama sekali. Nah jadi sebenernya trip ke australia ini sama sekali ga ada diplan gw tahun ini. Tapi waktu itu masih bulan mei, dan konsernya bulan desember. Gw pikir waktu gw masih cukup lah untuk persiapan mental, persiapan dokumen, dan tentunya persiapan biaya.

Secara mental, gw merasa, Olong sudah cukup mandiri, selain itu Olong sangat kooperatif dan gw pun terbiasa ngurus Olong  keseharian sendirian. Mestinya ga masalah gw pergi berdua aja sama Olong. Gw juga pergi pas musim panas, jadi gak perlu penyesuaian lagi terhadap suhu. Gw tau pasti akan cape banget buat gw, tapi buat gw travelling itu bagian dari edukasi, sehingga gw sudah punya banyak rencana mau bawa Olong kemana aja selama nanti di australia.

Kemudian persiapan dokumen. Karena gw selalu ngurus sendiri semua visa dari perjalanan gw, jadi gw ga merasa mengurus visa adalah sesuatu yang berat. Apalagi sempet baca dari beberapa blog orang kalo persyaratan visa australia itu mudah. Karena gw sudah pernah berhasil membuat sendiri visa schengen dari kedutaan yunani yang aslik njelimettttt… Maka ketika buka website http://www.vfsglobal.com/Australia/Indonesia/index.html yang merupakan representatif dari kedutaan australia untuk pengurusan visa, gw senaaangg.. karena kali ini ga perlu ribet. Untuk drop dokumen pun, gak perlu buat janji, bisa langsung datang ke VFS global, yang adanya di kuningan city mall. Berikut dokumen yang diminta sesuai dengan web VFS global untuk jenis visa turis :

  1. pas foto dengan ukuran 4,5 cm x 3,5 cm dengan latar belakang berwarna (gw merah)
  2. fotokopi paspor dihalaman depan yang ada foto dan tandatangan, semua halaman yang ada cap stempel imigrasi dan stiker visa, dan halaman terakhir yang ada alamat, kemudian disusun menghadap kearah yang sama
  3. form yang bisa didownload disini http://www.vfsglobal.com/Australia/Indonesia/pdf/Application-for-visitor-visa-tourist-stream.pdf
  4. fotokopi akta lahir
  5. bukti keuangan (gw slip gaji suami dan mutasi bank 3 bulan terakhir)
  6. surat keterangan kerja suami

Sampai di kuningan city, ternyata VFS global ada 2 lantai, karena memang VFS ini mewakili beberapa negara lain selain australia. Nah untuk permohonan visa australia, tempatnya ada di lantai 2, dan setelah melewati pintu berlapis – lapis dan juga satpam berlapis – lapis, gw langsung ambil nomor antrian untuk negara australia. Setelah menunggu sekitar 10 antrian, akhirnya gw dipanggil dan kemudian dokumen gw di cek. Ternyata, gw perlu melampirkan lagi dokumen sebagai berikut :

antrian untuk permohonan visa australia di VFS global
antrian untuk permohonan visa australia di VFS global

nah, untuk akta nikah dan KK gw memang sudah siapkan fotokopinya, tapi KTP enggak, karena sebelum – sebelumnya proses pengurusan visa gak pernah diminta KTP. Untung aja disini ada jasa fotokopi dan fotobox. Kayaknya VFS global memang mengusahakan banget supaya kita gak perlu bolak – balik, meski gw harus keluar masuk pintu yang super pengawasan itu, tapi mendinglah gak perlu jauh – jauh cari fotokopi. Semua data berdasarkan web harus dibawa aslinya, tapi kemarin yang di cek hanya paspor aja sih, yang lain cukup hanya fotokopi. Setelah itu langsung ke pembayaran sebesar 1.420.000 untuk biaya visa dan administrasi 189.500, jadi total 1.609.500 per orang. Dan harus bayar tunai, atau kartu kredit dengan surcharge 3%, belum bisa menggunakan debit BCA.

jasa fotokopi dan fotobox di VFS kuningan
jasa fotokopi dan fotobox di VFS kuningan
pintu yang berlapis - lapis dengan pengawalan ketat di VFS global
pintu yang berlapis – lapis dengan pengawalan ketat di VFS global

Setelah itu gw dikasih username dan password untuk login ke akun untuk korespondensi kelanjutan proses permohonan visa gw ini. Oia, paspor juga gak ditahan jadi hanya di cek aja, visa diberikan melalui e-mail, tidak berupa stiker. Prosesnya sekitar 15 hari kerja, bisa lebih cepat. Oia VFS global ini hanya merupakan agent, jadi semua keputusan tetap berdasarkan kedutaan australia. So, finger crossed, semoga minggu depan visa gw sudah jadi.