Category Parenting

Halodoc memudahkan mama millenials untuk konsultasi dokter dan membeli obat

Hidup sebagai mama di jaman millenials sebenernya sangat menguntungkan. Di era ini mencari informasi sangat – sangatlah mudah, apalagi sekarang hampir semua handphhone berbasis internet. Beda banget dengan jaman orang tua kita dulu. Kalau mau mencari referensi ya harus baca buku, tanya orang tua, atau tanya tetangga. Ngomong – ngomong mama, sebagai seorang mama, emang udah kodratnya kali ya, seorang mama tuh pada dasarnya khawatiran sama anaknya. Apalagi mahmud abas alias mamah muda anak baru satu kayak saya. Saya inget banget pertama kali Olong demam, bukan cuma khawatir, tapi bahkan panik. Sampe – sampe dokter anaknya Olong nanya, “ini pertama kalinya Olong sakit ya bu?” Iya emang bener, justru karena baru anak pertama, dan pertama kali sakit, saya jadi panik. Bukan berarti kalo sekarang Olong sakit saya ga khawatir lagi, tapiiii… Ya namanya juga anak pertama, ga ada pengalaman. Mau nanya sama orang tua, tapi ga yakin juga apakah teori jaman saya kecil masih bisa di aplikasikan ke jaman now? Karena jaman dulu saya kecil, kalo demam di kompresnya malah sama air dingin loh. Padahal yang saya tau sekarang kan kalo demam, justru dikompres dengan air hangat.
Nah sabtu kemarin nih, saya diundang sama The Urban Mama di acara nya Halodoc. Halodoc ini merupakan aplikasi handphone yang berisi fitur – fitur seperti : konsultasi dokter, layanan lab, dan juga pharmacy 24 jam. Halodoc juga bias diakses melalui browser, dengan alamat webnya : www.halodoc.com . Selain itu bisa juga kepo – kepo IG nya @halodoc atau FB @HalodocID, jangan lupa cek hestek #katadokterHalodoc.
Di acara Halodoc kemarin, tema yang diangkat adalah “mitos dan fakta seputar penyakit pada anak”, saya suka sekali sama sharing story dari para narasumber, karena mengingatkan saya pada waktu Olong bayi dulu. Rasanya dulu saya sering banget parno sama hal – hal kecil ya gara – gara banyaknya mitos sama penyakit pada anak ini, bahkan untuk penyakit ringan seperti batuk dan pilek pun. Saya sebagai orang tua, selalu berusaha memberikan yang terbaik buat Olong. Terutama dibidang kesehatan, supaya Olong tidak over treatment, apalagi under treatment. Tapi yang terbaik.
Makanya ya, sesampainya dirumah, saya pun mencoba install aplikasi halodoc melalui apple store dihandphone saya.

Aplikasi halodoc ini gratis, tapi untuk bisa memakai aplikasi ini saya diharuskan untuk registrasi nomor handphone, dan memasukkan lokasi saya, aplikasi halodoc secara otomatis akan mencarikan farmasi dan juga lab yang terdekat dengan lokasi saya berada. Kemudian, apliaksi halodoc akan mengirimkan SMS yang berisi kode untuk aktifasi.
Tab pertama aplikasi halodoc adalah home, yang berisi 3 fitur, yaitu contact doctor, pharmacy delivery dan lab service.

Dokter – dokter yang praktek adalah dokter gigi, dokter umum dan juga dokter spesialis, antara lain spesialis kulit dan kelamin, spesialis penyakit dalam, spesialis mata, spesialis obstetric dan gynecology, THT, spesialis kejiwaan, dan yang paling penting banget nih buat saya sebagai mama, dokter spesialis anak. Enak dong bisa konsultasi dengan dokter anak tanpa harus buat appointment dari jauh – jauh hari dan tanpa harus antri ber jam-jam di rumah sakit. Belum macetnya perjalanan dari rumah ke rumah sakit dan perjalanan pulangnya. Trus, cara konsulnya gimana? Konsulnya lewat video call cyinn.. Hits banget ya. Oia tolong di note, jam praktek tiap dokter beda – beda, bisa dicek profil dokternya, tapiii untuk dokter umum, ada yang standby dong 24 jam. Ini wow banget sih. Trus pas tadi saya cek, biaya konsultasinya masih gratis masa. Emak – emak mana yang ga suka gratisan coba. Hahaha… walaupun kalau udah ga gratis menurut saya harga nya masuk akal banget, cuma 35ribu aja untuk biaya konsultasi. Sukaaaaa…

Fitur kedua, pharmacy delivery, selain melayani obat – obatan OTC (over the counter), juga bisa melayani obat resep dokter dengan meng-upload foto resep yang diberikan dokter di aplikasi. Kemudian obat akan diantarkan ke alamat yang kita input ke aplikasi, ongkirnya gimana? Freong sis! Alian free ongkir. Sama seperti layanan konsultasi dokter, layanan ini juga ada 24 jam. Untuk obat – obatan OTC nya pun lengkap pilihannya, dan dikategorikan dari jenis penyakit, sehingga memudahkan saya untuk mencari obat sesuai kebutuhan penyakit. Ya maklum lah mamak – mamak, banyakan lupanya. Pernah kemarin pas suami saya kambuh alerginya, ada kali setengah jam koprek – koprek tempat obat untuk nyari nama obat alergi, yang saya ga inget namanya, karena memang udah lama ga kumat alerginya.


Fitur terakhir, fitur Lab, yang dijalankan oleh prodia. Salah satu lab yang kredibel dong ya. Nah untuk fitur lab ini kece banget sebenernya. Karena sama seperti pharmacy – nya, layanan lab ini bisa datang kerumah. Kita cukup pilih jenis layanan, kemudian masukkan tanggal dan jam yang kita mau, konfirmasi bookingan, kemudian petugas lab yang akan datang kerumah untuk tes lab. Kece kaannn.. Metode pembayarannya juga bisa menggunakan debit / credit card dengan konfirmasi dulu ke petugas yang akan menghubungi kita nantinya. Untuk jenis layanan dari lab prodia ini juga sudah di kategorisasikan sesuai kebutuhan, bener – bener tinggal klik.


Tab kedua adalah profil kita. Nah selain profil saya, saya juga bisa memasukkan anggota keluarga lain seperti suami, anak dan orang tua. Belakangan saya tau kalo profil anggota keluarga bisa dimasukkan agar kita bisa langsung memasukkan nama pasien ketika kita mau booking untuk salah satu layanan halodoc diatas.

Kemudian lanjut ya, selain layanan diatas, aplikasi halodoc juga punya tab artikel nih. Sengaja saya mention disini karena, memang sih kita mudah cari artikel di internet, tapi sejauh apa kita bisa percaya sama artikel yang kita cari di google? Ga jarang loh link – link yang kita klik itu ternyata link blog yang sumbernya juga copy-paste dari link lain. Malahan kadang – kadang ujungnya iklan jualan obat! Kalo sumbernya jelas seperti di halodoc ini dong kita jadi lebih nyaman untuk mengikuti tips – tips yang ada di artikel. Seperti artikel ini.. yang timing nya tepat banget karena saya lagi galau, Olong lagi batuk pilek tapi udah jadwalnya Olong vaksin DPT ke 2.

Nah di tab terakhir, ada fitur yang menurut saya nih sebagai emak – emak yang lupaan, sangat pentiiing banget. Apakah ituuu… Itu adalah fitur reminder. Jadi fitur ini akan mengingatkan saya untuk minum obat setiap harinya. Iya saya sepelupa itu 😀
Oia buat kita yang kadang suka cashless, di halodoc ada fitur wallet. Kita bisa memasukkan kredit untuk melalukan pembayaran atas layanan – layanan yang ada di halodoc. Untuk membeli kredit, kita bisa membayar melalui kartu kredit, ATM bersama, internet banking dan juga doku.


Fitur terakhir yang sebenernya kece juga, yaitu aplikasi halodoc ini bisa link ke asuransi kita. Sayangnya, sayanggg banget, baru ada tiga pilihan asuransi yang bisa di link ke aplikasi halodoc, dan ketiganya bukan asuransi sayaa..
Jadi kesimpulannya, walaupun memori handphone, entahlah, sedikit banget, tapi, aplikasi halodoc ini menurut saya penting banget jadilah aplikasi ini salah satu aplikasi yang saya pertahankan untuk terus tetap ada (selain aplikasi social media dong tentunya :D).

oh how I love IKEA!

There is always a first time for everything. Kayak kali ini, gw akan mencoba untuk ikutan blog competition. Gw bukan blogger, tapi e-mail dari The Urban Mama mengundang gw untuk MENCOBA untuk ikutan #TUMIKEABlogCompetition

Jadi, pada suatu hari rabu, gw ngajak Olong ke IKEA untuk me-refresh memory kita tentang IKEA. Kita memang sudah beberapa kali ke IKEA, siapa sih warga jakarta yang belum pernah ke IKEA? Tapi semua orang pasti mau balik lagi ke IKEA, pasti! Dulu, sebelum ada IKEA indonesia, setiap kali gw melancong keluar negeri, gw pasti masukin IKEA dalam itinerary gw, sampe – sampe host kita bingung, dan selalu muncul pertanyaan, “you flew this far and go to IKEA?” oh my, I wish I could explained it 😀

Sebelum ngajak Olong ke satu tempat, gw selalu bilang dulu kemana kita akan pergi. Biasanya, gw buka website resmi tempat tersebut untuk sekedar kasih gambaran ke Olong, kemana sih kita akan pergi, dan ngapain. Karena agendanya kita akan ke IKEA jadi gw buka http://www.ikea.com/id/in/ Dan gw suka banget sama layout website IKEA karena userfriendly banget.

Lanjuttt, sesuai dengan tema blog competition nya, kenapa sih belanja di IKEA begitu menyenangkan? Gw akan menjawab dari sudut pandang gw sebagai mamak – mamak yang ngasuh anak tanpa bantuan mba, atau ncus, atau nanny, atau apalah itu sebutannya. Jadi kemanapun gw pergi, it’s gonna be me and Olong, berduaan. Jadi, kemanapun tujuan gw pergi, pertimbangan utama gw adalah : “will it be child friendly” and “will it be nannyless mom friendly”. So to answer the question, numbe one : I looove IKEA because this place is nanyless mom friendly! From the moment you step out of your car. Kalo mall atau tempat lain ada ladies’s parking, di IKEA ada mommies’s parking space! Yang letaknya bener – bener didepan pintu masuk IKEA! How cool is that.

mommies's parking space!

ini penting banget buat gw, karena Olong ini sukanya digendong, dan dia udah 14KG. Ngebayang dong kalo gw harus parkir jauuuhhh dari pintu masuk dan gendong Olong sedemikian jauh :'(

Selain itu, gw juga suka banget sama playground di foodcourt nya! Menurut gw so toughtful banget! Ngerti banget mamak – mamak kayak gw, habis nyuapin Olong kan pingin makan dengan tenang juga, jadi abis nyuapin Olong, langsung deh Olong gw ‘kurung’ disitu. Dan gw pun bisa makan dengan tenang tanpa takut Olong keluyuran entah kemana.

playground IKEA

Number two of course karena IKEA sangat – sangat child friendly. Mulai dari playground untuk anak (sayangnya minimal tinggi Olong belum cukup), toilet untuk anak – anak, pojok – pojok bermain untuk anak di showroom (walaupun tanpa itu anak – anak pasti puas bermain mengelilingi showroom), makanan untuk anak – anak, pojok nonton TV dan, duh masih banyak lagi deh. And look what I found, they even provide bottle warmer! Yang mana gw blm pernah nemu ini dimanapun juga.

bottle warmer di IKEA

playground IKEA

showroom IKEA

Lanjut ke nomor 3, karena ini diurutkan berdasarkan yang paling disuka, kalo ditanya kenapa gw suka belanja di IKEA, sudah pasti karena harga. Karena semua yang ada di IKEA, semua.. semuanya have reasonable price banget! And compare to quality, ok bangetlah.. Harganya bahkan bersaing banget sama tukang parabot keliling yang tiap hari lewat depan rumah gw hahaha 😀 Makanya, sebenernya bahaya juga jalan – jalan ke IKEA, karena akan bikin lo pengen beli barang yang sebelumnya ga kepikiran buat beli. HAHAHA.. Kalo ke IKEA tuh pasti ada aja deh yang dibeli ujung – ujung nya (who’s with me? ayo angkat tangan hahaha)

Ke 4 tentunya adalah makanannya! Sayangnya sebagai pork eater gw menyayangkan the famous IKEA’s swedish meatball cuma ada versi sapinya. Hiks hiks.. Cuma sebagai gantinya, di IKEA indonesia ada ayam taliwangnya, dan enak! Walopun kantin, tapi makanannya cukup lengkap, mulai dari makanan pembuka, makanan utama, snack, dan dessert. Yang gw suka lagi, jualan susu UHT juga! Gak perlu bawa dari rumah deh. Gw pun sebelumnya juga coba buka http://www.ikea.com/id/in/ untuk cek menu apa aja sih yang ada, buat jaga – jaga apakah gw harus bawa bekal tambahan, sayangnya untuk makanan gak masuk kedalam web.

Yang ke 5 dan terakhir, it’s a bit silly tapi serius, kalo ke IKEA itu, ritual paling sakral adalah, makan eskrim nya hahahaha.. buat Olong atraksi masukin koin ke mesin eskrim itu menyenangkan banget, padahal sih eskrim nya kan vanilla ice cream biasa. Cuma penempatan eskrim di akhir perjalanan keliling IKEA itu emang debest banget deh.

Dari tulisan gw ini sih gw pengennya, mengajak mamak – mamak kayak gw, karena gw yakin banyak mamak – mamak kayak gw yang pengen banget ke IKEA tapi ragu, ayo ke IKEA. Karena gw yakin baik anak dan si mamak pasti hepi 😀

 

Olong kena demam berdarah!!

Hari selasa pagi, tiba2 Olong bangun dengan keadaan demam. Biasanya walaupun demam Olong tetep aktif, tapi kali ini ada yang beda. Olong lemes banget, dan rewel. Seharian itu Olong hanya diem di tempat tidur aja. Dan setiap tidur pasti kebangun ngerengek2. Malamnya, Olong panas sampe 40dercel, gw langsung bangunin nyanyang untuk bantuin kasih paracetamol ke Olong, karena Olong memang selalu menolak untuk dikasih obat. Setelah itu panas Olong reda ke 38 dercel, dan tidur lebih nyenyak. Besok dan besoknya lagi Olong terlihat membaik, lebih aktif, tapi suhu badannya gak beranjak dari 38 – 38,5 dercel. Olong juga terlihat masih kurang nyaman dan lebih kalem dari biasanya. Olong masih mau makan, tapi, Olong sama sekali gak mau minum air putih. Gw jaga asupan minumnya cuma dari susu UHT. Itupun ga banyak. Hari ke 3 Olong masih demam, yaitu hari jumat, gw bawa Olong ke RSIA Kemang Medical Care, kebetulan yang praktek hari itu dokter Khairani. Setelah diperiksa, dokter Khairani bilang, ada 3 kemungkinan penyebab Olong demam : radang tenggorokan (krn pas diperiksa memang agak bengkak walopun Olong gak batpil), luka dibibirnya (kmrn Olong sempet kepentok meja sampe berdarah2 🙁 pas lagi demam pula), kurang minum yang bisa bikin demam awet. Tapi berhubung sudah hari ke 3, kalo besok masih demam, Olong harus tes darah.

Olong demam berdarah
Olong seharian hanya tidur di tempat tidur
udah demam kepentok meja pula :(
udah demam kepentok meja pula 🙁
hari ke 2 demam udah main2 lagi
hari ke 2 demam udah main2 lagi
hari ke 3 demam, dibawa kedokter, masih semangat main di playground
hari ke 3 demam, dibawa kedokter, masih semangat main di playground

Besok paginya, hari ke 4 Olong masih demam. Gw pun langsung siap2 ke lab dekat rumah. Dan hasil lab menunjukkan trombosit Olong 75rb dari normalnya 150rb. Gw langsung ke KMC untuk konsultasi lagi ke dokter Khairani. Tapi waktu itu dokternya baru praktek sore. Jadi gw minta suster tlp dokter dan bacain hasil lab. Dokter Khairani minta Olong untuk di opname aja. Akhirnya hari sabtu itu Olong di opname. Kita diminta ke UGD untuk langsung mendapat tindakan. Di UGD Olong langsung diinfus RL yang merupakan cairan agar Olong gak dehidrasi. Mengingat memang Olong hampir gak mau minum. Ini pertama kalinya Olong sakit setelah disapih. Kalo dulu Olong sakit dan susah minum, paling gak masih mau nenen 🙁 Lalu karena masih demam 38,9 dercel, Olong dinfus paracetamol 1.2ml. Hasil konsultasi dengan dokter umum di UGD, dokter Farisda,  demam berdarah biasanya terdeteksi setelah hari ke 3 demam, makanya selalu disarankan untuk tes darah setelah 3 hari demam. Karena diawal panas, hasil tes demam berdarah (IgM) nya biasanya masih negatif dan trombosit nya pun masih belum turun. Dokter Farisda juga bilang, kalo ketika DBD ini badan terasa sakit banget, makanya bikin anak lemes dan ga mau main. Later on gw tau dari bbrp temen, kalo ketika DBD mulut rasanya pait banget, bahkan untuk minum air putih, bisa makan juga ya karena laper. Anyway, waktu gw pernah sakit infeksi kelenjar getah bening, gw konsultasi sama dokter Farisda juga. Yang gw suka dari dokter Farisda ini, beliau menjelaskan dengan sangat jelas, tenang, dan beliau juga sangat RUM. Gak seperti dokter jaga UGD kebanyakan.

ketika pasang infus di UGD
ketika pasang infus di UGD
pindah dari UGD ke ruang perawatan
pindah dari UGD ke ruang perawatan

Setelah dari UGD, kita langsung ke ruang perawatan. Hari pertama kita masuk di ruang edelweis, kelas 1. 1 kamar ber 2 pasien. Karena asuransi kantor nyanyang cuma cover sampai kelas 1 aja. Begitu masuk sini, Olong langsung diperiksa oleh dokter ruangan dan sorenya dokter Khairani visit. Kedua dokter ga sempet gw temui karena gw makan, dan habis itu pulang kerumah untuk ambil baju. Kakak gw yang ketemu dokter dan kata dokter Khairani, biasanya trombosit akan terus turun sampai hari ke 7, lalu baru naik lagi. Hari itu hari ke 4 Olong demam, gw berfikir gw harus siap at least 3 hari lagi untuk nginep di RS. Sore itu demam Olong langsung turun, gw pikir krn efek paracetamol. Tapi ternyata semalaman Olong gak demam. Malam itu Olong tidur dipelukan gw dan gak mau dilepas sama sekali. Nyanyang tidur dibawah dan ngorok kenceng banget, makanya hari ke2 kita memutuskan untuk pindah ke kelas utama yang 1 pasien aja.

Besok paginya Olong bangun, langsung merengek minta pulang. Dan begitu terus seharian. Gw bilang Olong boleh pulang ketika Olong sudah membaik dari keadaan sekarang. Gw selalu berusaha untuk jujur sama Olong, walopun dia selalu menanggapi dengan marah atau nangis. Begitu juga ketika Olong diambil darah kemarin. Gw bilang, ‘”ini akan sakit, tapi Olong harus diambil darah nya karena Olong sudah demam lebih dari 3 hari dan micang perlu tau Olong sakit apa”. Ketika diinfus pun gw jujur bilang, “ini akan sakit tapi Olong perlu diinfus karena Olong kurang minum dan untuk sembuh Olong perlu banyak cairan”. Gw ga mau bohong dan bilang disuntik dan diinfus itu gak sakit, atau sakit seperti digigit semut. Hari ini Olong udah gak demam sama sekali dan hasil tes darah pun menunjukkan kalo trombositnya naik jadi 103rb! Yeay. Tapi karena berasal dari 2 lab yang berbeda, dokter Khairani minta tunggu hasil tes lab besok. Pagi ini Olong pun makan sarapan bubur dari RS, dan 1 buah donat meses. Tapi untuk makan siang dan malam Olong gak mau. Gw sih curiga krn dia belum pup dari hari pertama demam, which is udah 5 hari. Dan biasanya kalo Olong lagi sembelit, dia makannya ogah2an. Sore2 Olong minta dibeliin kacang mede, trus gw gojekin deh tuh kacang mede. Setelah makan sebungkus kacang mede, langsung lah malam2 keluar semua tuh pup 5 hari.

dijenguk sodara2, ttp harus peace pose nya
dijenguk sodara2, ttp harus peace pose nya

Besok nya lagi, hari senin, nyanyang ke kantor, tinggal lah gw berdua Olong aja. Olong udah gak demam lagi semenjak masuk RS. Hasil tes darah pun menunjukkan kalo trombositnya naik lagi menjadi 114rb! Karena udah pup semalem pun makan hari ini lancar. Cuma minumnya yang masih susah. Tapi tadi pagi Olong di infus aminosteril, yang merupakan nutrisi tambahan, karena kmrn Olong sempet gak mau makan siang dan makan malam. Sekitar jam 4 dokter Khairani visit, dan menurut dokter, kalo trombosit sudah naik 2x, plus Olong pun udah gak demam lagi, maka Olong boleh pulang. Yeayy!! Suster pun langsung ngurus2 administrasi. Lama banget sekitar 1 1/2 jam. Dan Olong mulai rewel karena bosen. Yaiyalah gak bisa ngapa2in selain tidur di tempat tidur. Dan dari kemarin Olong sebenernya udah balik lagi staminanya.

gak betah banget di kamar, untung ada mini playground di luar
gak betah banget di kamar, untung ada mini playground di luar
muncul bercak kemerahan
muncul bercak kemerahan

Gw cuma di charge 2 hari. Hari pertama di kamar kelas 1, dan hari ke 2 di kamar utama. Total nya 4jtan. Sebagian dibayar asuransi, sisanya gw harus bayar 800rban, untuk selisih kamar 60rb, 110rb untuk makanan yg gw pesan selama disana, dan sekitar 700rb untuk biaya visit dokter yg melebihi limit asuransi. Buru2 gw bayar ke kasir lantai 5, pesen uber, dan pulang ke rumah! Sebelum pulang, Olong lepas infus dulu. Gw udah khawatir Olong akan nangis2 lagi, lalu gw bilang, “Olong, dilepas infus gak sakit rasanya, tp Olong harus diam pas tante suster mau cabut jarumnya” dan Olong pun cuma diem aja ngeliat suster lepas infus. Dari sini gw belajar bahwa selama ini walaupun Olong marah/nangis, Olong ternyata mendengarkan semua perkataan gw. Ketika gw bilang sakit dan itu memang sakit, Olong tau gw selalu berkata benar, gak membohongi Olong, walaupun kenyataannya itu memang sakit. Jadi ketika gw bilang gak sakit, Olong percaya sama gw.

bagian paling mendebarkan, billing RS!
bagian paling mendebarkan, billing RS!
check out!
check out!

Last but not least, sekali lagi gw puas sama KMC. Dan merasa beruntung RS ini dekat dengan rumah gw. Karena selain dokternya yang sangat2 RUM, juga gak komersil. Dulu waktu lahiran Olong pun gw cuma dirawat 2 hari. Dokter2 disini merasa pasien gak perlu lama2 nginep kalo memang gak perlu nginep. Olong selama dirawat pun hanya dikasih obat paracetamol alias penurun panas 1x, karena memang DBD gak ada obatnya, infeksi virus, akan hilang dengan sendirinya. Buat gw sendiri, lbh baik gw bayar lebih mahal untuk RS daripada harus bayar obat macem2 yang sebenernya gw atau Olong gak butuh.

Pedodontist Visit

Buat saya, kesehatan gigi itu penting. Saya rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali hanya untuk kontrol dan pembersihan karang gigi. Oleh karena itu saya juga ingin menerapkan hal yang sama ke Kimchi. Banyak yang tidak tahu bahwa anak bisa dibawa ke dokter gigi, semenjak gigi pertamanya muncul. Karena itulah banyak orang tua yang terbilang telat memperkenalkan anak kepada dokter gigi, mereka baru ke dokter gigi ketika gigi anak sudah bermasalah, umumnya ketika sudah muncul noda coklat di gigi, yang belakangan saya tahu itu adalah caries.

Gigi Kimchi sendiri muncul di usia ke 8 bulan. Namun karena beberapa hal, termasuk pencarian sang dokter gigi, saya baru membawanya ke dokter gigi diusia 12 bulan. Saat itu mungkin gigi nya sudah sekitar 6 – 8 buah.

Dokter gigi anak biasa disebut pediatric dentist atau pedodontist. “Oh ada ya..” iya ada :D, sama seperti dokter spesialis anak, dokter gigi ada juga yang spesialis anak. Saya sendiri mencari rekomendasi pedodontist buat Kimchi melalui teman saya dokter gigi Anna Ferlinasari (hai dokter gigi Ai #dadahdadah#), yang ternyata di kliniknya, praktek juga dokter gigi khusus anak. Dan setelah menghubungi klinik Darmawangsa Dental Studio (DDS), saya di jadwalkan untuk bertemu dengan dokter gigi Aliyah.

Pertama masuk ke DDS, Kimchi seneng banget, karena banyak mainannya 😀 walaupun pas duduk dikursi panas, alias kursi dokter gigi, nangis kejer juga dia hehehe. Dokter gigi Aliyah lalu memeriksa gigi Kimchi, membersihkan giginya, mencontohkan cara menyikat gigi yang benar, dan memberi tips – tips seputar perawatan gigi. Setelah itu bagian yang paling bikin deg – deg an, yaitu bagian pembayaran ;D hehe. Total biaya yang dikeluarkan hari itu adalah 500 ribu rupiah. Jumlah yang cukup besar tentunya. Tapi saya sendiri merasa sepadan, karena dokter gigi anak ternyata punya special skill yaitu kesabaran yang luar biasa menghadapi jeritan anak bayi hahahaha.. Selain itu, dokter gigi Aliyah sangat sangat informatif. Saya berasa nambah ilmu banyak banget keluar dari ruang praktek. Saya juga langsung merasa beruntung, langsung dapet dokter gigi anak yang cocok. Sampe jumpa 4 bulan lagi dok!