Mengaktualisasikan Diri Melalui Kegemaranku

Keynote Speaker Dan Bintang Tamu Sunlight Ibu Bersinar
Keynote Speaker, Bintang Tamu dan Influencer Sunlight Ibu Bersinar

Semenjak jadi ibu, saya baru sadar bahwa peran seorang ibu dalam kehidupan berumah tangga itu ternyata penting banget ya. Rasa-rasanya, kalau ga ada ibu, jalannya rumah tangga jadi pincang. Bukannya banggain diri sendiri sih, tapi coba deh, sesimple apa menu makanan hari ini pun pasti ibu yg mikirin. Bahkan jika punya asisten rumah tangga, tetap saja mereka harus diajarin, di training oleh siapa lagi, kalo bukan kita para ibu.

Hal- hal kayak gini nih, yang buat kita sebagai ibu, kayaknya terlarut dalam kesibukan sehari-hari. Dari mulai urusan anak, suami, sampai pekerjaan rumah tangga. Tanpa kita sadari, kegiatan selain hal diatas, semakin kita kurangi, bahkan hilang. Ya mau gimana lagi, tau-tau hari udah malam, kita harus segera tidur agar tetap bisa fresh ketika bangun besok.
Yang tadinya sempat olah raga, sekarang enggak lagi. Yang tadinya sempat melakukan hobi, sekarang boro-boro, makan pun terburu-buru. Rasanya, 24 jam dalam sehari itu kurang banget.
Sebenernya, kalau saya, bukannya ga bahagia dengan kondisi sekarang. Tapi, ada saat dimana saya suka throwback ke masa lalu. Dimana saya masih sempat untuk yoga 3x seminggu, masih sempat masak untuk bekal suami, bahkan masih sempat untuk ngumpul bareng teman – teman.
Pokoknya persis seperti kata mba Ratih, pakar psikolog di event Sunlight #ibubersinar kemarin. Kalo menjadi seorang ibu, artinya mengedepankan kepentingan orang lain, selain kepentingan dirinya sendiri. Padahal, aktualisasi diri itu penting banget. Karena dengan mencapai aktualisasi diri, kita bisa menjadi orang yang lebih berempati terhadap sesama.
Dengan menjalankan passion kita, bukan berarti kita mengabaikan tugas kita sebagai seorang ibu loh, bukan sama sekali. Karena sebenarnya, kita cukup meluangkan waktu minimal 15 menit sehari untuk menjalankan passion kita. Saya langsung membayangkan, kalau saja saya meluangkan waktu 15 menit setiap harinya untuk olah raga, dalam sebulan, pasti dampak nya terhadap tubuh saya sangat banyak. Lemak berkurang, stamina terjaga, dan yang pasti kita akan merasa lebih senang! Happy wife, happy life right?
Passion kita pun bisa jadi sama ataupun berbeda dengan bidang yang kita geluti sekarang. Siapa sangka, chef Ririn Marinka dulunya kuliah dibidang arsitektur. Atau Ria Miranda, sebelum menjadi designer baju muslim kondang, justru kuliah dibidang ekonomi. Passion, bisa sejalan dengan masa lalu kita, bisa juga berbalik arah. Bisa sejalan dengan masa sekarang, atau bahkan kembali ke masa lalu. Seperti Fifi Alvianto, yang justru ingin kembali ke passion nya yang dulu, yaitu fotografi. Balik lagi, aktualisasi diri. Explorasi diri. Untuk mencari apa passion kita, dan menjalankannya secara konsisten setiap harinya.
Kita ga akan pernah tau, bagaimana hanya dengan menyisihkan sedikit waktu dapat membawa banyak perubahan positif dalam kehidupan kita dan keluarga. Jadi, ga ada salahnya untuk mencoba kan!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *